Ubi jalar merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki permintaan tinggi di berbagai wilayah Sumatera Barat dan Riau. Mulai dari Dharmasraya, Sijunjung, Solok, hingga Padang, serta kota-kota di Riau seperti Duri, Dumai, dan Pekanbaru, harga ubi jalar per kg selalu menjadi informasi yang dicari oleh konsumen, pedagang, hingga pelaku agribisnis.
Artikel ini menyajikan informasi lengkap harga ubi jalar per kg untuk berbagai daerah tersebut, dilengkapi tabel ringkasan, bullet point, analisis pasar, serta faktor penentunya. Format ini dibuat secara SEO-friendly agar mudah ditemukan dan mudah dipahami oleh pembaca.
Sebelum melihat tabel harga, penting memahami bahwa harga ubi jalar per kg di Dharmasraya, Muaro Bungo, Taluk Kuantan, hingga Pekanbaru bisa berbeda karena beberapa faktor utama berikut:
Jarak dan biaya distribusi
Jumlah pasokan di pasar lokal
Permintaan terhadap varietas tertentu (ungu, madu, kuning, dll)
Musim panen dan cuaca
Kondisi jalan dan akses logistik
Biaya tenaga kerja dan ongkos angkut di tiap daerah
Dengan memahami faktor-faktor ini, Anda bisa melihat lebih jelas mengapa harga ubi jalar bisa naik-turun di berbagai kabupaten/kota.
Tabel berikut menyajikan kisaran harga eceran dan harga petani agar memberikan gambaran lengkap untuk pembeli maupun pelaku usaha.
Catatan: Harga bersifat estimasi berdasarkan tren harga daerah se-Sumatera serta perbedaan pola pasar. Data ini cocok untuk kebutuhan artikel, riset pasar, atau perbandingan ekonomi wilayah.
| Daerah / Kota | Kisaran Harga Ubi Jalar per Kg (2025) | Keterangan Umum Pasar |
|---|---|---|
| Dharmasraya | Rp 5.000 – Rp 7.000 | Pasar lokal stabil, pasokan cukup |
| Muaro Bungo | Rp 6.000 – Rp 8.000 | Permintaan industri rumah tangga tinggi |
| Taluk Kuantan | Rp 5.000 – Rp 7.500 | Pengaruh suplai dari petani lokal |
| Sijunjung | Rp 5.000 – Rp 6.500 | Pasokan dari desa sekitar |
| Sawahlunto | Rp 6.000 – Rp 8.000 | Kenaikan karena akses distribusi |
| Solok | Rp 5.000 – Rp 6.500 | Daerah sentra hortikultura |
| Solok Selatan | Rp 4.000 – Rp 9.000 | Kisaran luas karena variasi kualitas |
| Painan (Pesisir Selatan) | Rp 6.000 – Rp 8.000 | Permintaan eceran kuat |
| Padang | Rp 7.000 – Rp 10.000 | Kota besar → harga cenderung tinggi |
| Pariaman | Rp 6.500 – Rp 9.000 | Dipengaruhi pasokan dari pedagang Solok |
| Padang Panjang | Rp 7.000 – Rp 10.000 | Pasar modern memperkuat harga |
| Bukittinggi | Rp 7.000 – Rp 10.000 | Kota wisata → permintaan tinggi |
| Pasaman | Rp 5.000 – Rp 7.000 | Sentra ladang → harga relatif murah |
| Payakumbuh | Rp 6.500 – Rp 9.000 | Banyak industri kuliner → permintaan stabil |
| Bangkinang | Rp 7.000 – Rp 9.500 | Harga dipengaruhi pasar Riau |
| Batusangkar | Rp 6.000 – Rp 8.000 | Konsumen lokal kuat |
| Duri | Rp 7.500 – Rp 10.000 | Wilayah industri → harga cenderung tinggi |
| Dumai | Rp 7.500 – Rp 11.000 | Kota pelabuhan → biaya distribusi berpengaruh |
| Pekanbaru | Rp 8.000 – Rp 12.000 | Harga tertinggi karena kota besar & permintaan tinggi |
Berikut ringkasan komprehensif yang SEO-friendly mengenai kondisi harga di masing-masing daerah.
Dharmasraya merupakan salah satu daerah dengan pasokan cukup stabil. Harga berkisar Rp 5.000–7.000/kg, cocok untuk kebutuhan rumah tangga maupun pedagang kecil.
Keunggulan pasar Dharmasraya:
Pasokan merata
Dekat dengan jalur distribusi lintas Sumatera
Harga cenderung stabil sepanjang tahun
Muaro Bungo (Jambi) memiliki permintaan dari industri kecil seperti keripik dan pangan lokal.
Harga: Rp 6.000 – Rp 8.000/kg
Faktor pendorong: permintaan industri rumahan.
Harga cenderung berada di tengah-tengah antara Sumbar dan Riau.
Harga: Rp 5.000 – Rp 7.500/kg
Catatan: Petani lokal menjadi pemasok utama.
Salah satu wilayah yang pasokannya stabil.
Harga: Rp 5.000 – Rp 6.500/kg
Faktor: suplai dari desa penghasil.
Daerah ini memiliki variasi harga cukup besar.
Sawahlunto: 6.000–8.000/kg
Solok: 5.000–6.500/kg
Solok Selatan: 4.000–9.000/kg
Solok Selatan memiliki rentang harga paling luas karena kualitas dan akses distribusi berbeda tiap nagari.
Daerah pesisir dan kota besar di Sumbar memiliki harga lebih tinggi.
Padang: mencapai 10.000/kg
Pariaman: 6.500–9.000/kg
Padang Panjang: 7.000–10.000/kg
Wilayah perkotaan biasanya menampilkan harga eceran tertinggi.
Harga di Pasaman paling rendah, sedangkan Bangkinang lebih tinggi karena berada di Riau.
Bukittinggi: 7.000–10.000/kg
Pasaman: 5.000–7.000/kg
Payakumbuh: 6.500–9.000/kg
Bangkinang: 7.000–9.500/kg
Riau bagian tengah hingga pesisir memiliki harga relatif lebih tinggi.
Duri: 7.500–10.000/kg
Dumai: 7.500–11.000/kg
Pekanbaru: 8.000–12.000/kg
Tingginya harga dipengaruhi permintaan kota besar dan biaya logistik.
Berikut bullet point penjelasannya:
Permintaan tinggi dari kota besar (Padang, Pekanbaru)
Cuaca ekstrem yang mengganggu panen
Kualitas premium (ubi jalar ungu / madu)
Biaya transportasi antar kabupaten
Musim panen raya
Pasokan melimpah dari petani lokal
Akses distribusi mudah
Kualitas medium atau campuran
Secara umum, harga ubi jalar di Sumatera Barat dan Riau menunjukkan:
Kenaikan 5–15% di wilayah perkotaan
Stabil di wilayah produsen seperti Pasaman, Solok, Dharmasraya
Kenaikan signifikan di Dumai dan Pekanbaru karena permintaan tinggi
Tren ini membuat komoditas ubi jalar tetap menjanjikan sebagai peluang usaha.
Harga ubi jalar per kg di Dharmasraya, Muaro Bungo, Taluk Kuantan, Sijunjung, Sawahlunto, Solok, Solok Selatan, Painan, Padang, Pariaman, Padang Panjang, Bukittinggi, Pasaman, Payakumbuh, Bangkinang, Batusangkar, Duri, Dumai dan Pekanbaru sangat bervariasi tergantung lokasi, permintaan pasar, dan kualitas produk.
Secara umum:
Daerah penghasil (Pasaman, Solok): harga lebih rendah
Daerah kota besar (Padang, Bukittinggi, Pekanbaru): harga lebih tinggi
Daerah industri distribusi (Duri, Dumai): dipengaruhi logistik
Artikel ini dapat menjadi referensi bagi pedagang, konsumen, atau pelaku agribisnis yang ingin memahami dinamika harga ubi jalar di wilayah Sumbar dan Riau.
Tag :
Harga Ubi Jalar Per Kg Di Dharmasraya Muaro Bungo Taluk Kuantan Sijunjung Sawahlunto Solok Solok Selatan Painan Padang Pariaman Padang Panjang Bukittinggi Pasaman Payakumbuh Bangkinang Batusangkar Duri Dumai Dan Pekanbaru